Naiknya Soeharto sebagai Presiden Sering Disebut ‘Beralihnya Orde Lama ke Orde Baru’
Ketika berbicara tentang sejarah politik Indonesia, peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru adalah salah satu momen yang sangat penting. Naiknya Soeharto sebagai Presiden Indonesia pada tahun 1967 sering disebut sebagai ‘beralihnya Orde Lama ke Orde Baru’. Peristiwa ini menandai awal dari periode pemerintahan yang berbeda di Indonesia dan membawa perubahan besar dalam sistem politik dan ekonomi negara.
Orde Lama, yang dipimpin oleh Presiden Soekarno, ditandai oleh nasionalisme, demokrasi terpimpin, dan ekonomi yang lebih terfokus pada negara. Namun, kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil, konflik internal, serta kebijakan ekonomi yang tidak efektif mengakibatkan krisis yang mengancam keberlangsungan pemerintahan Soekarno.
Pada tahun 1965, terjadi peristiwa G30S/PKI yang mengguncang stabilitas politik negara. Insiden tersebut memicu reaksi keras dari militer dan kelompok anti-komunis. Soeharto, yang pada saat itu menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), mengambil langkah tegas untuk menekan pemberontakan dan membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang dianggap sebagai pihak di belakang peristiwa tersebut.
Ketika kondisi politik semakin tidak stabil, pada tahun 1966, MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) menetapkan ‘Surat Perintah Sebelas Maret’ yang memaksa Soekarno menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Langkah ini menjadi awal dari peralihan kekuasaan ke Orde Baru.
Soeharto kemudian memimpin negara dengan tegas dan menegakkan keamanan dan stabilitas. Ia mengambil langkah-langkah ekonomi yang berbeda dari kebijakan Soekarno, dengan meluncurkan program pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pasar dan memperluas partisipasi sektor swasta. Program ini dikenal sebagai ‘Pembangunan Lima Tahun’ dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
pemerintahan Soeharto juga menekankan pada stabilitas politik dan keamanan. Ia melarang kegiatan politik yang dianggap mengancam stabilitas, termasuk pembubaran partai-partai politik yang tidak setuju dengan pemerintah. Pada saat yang sama, pemerintahannya juga dikritik karena dikenal dengan pelanggaran hak asasi manusia dan kurangnya kebebasan berpendapat.
Beralihnya Orde Lama ke Orde Baru dengan naiknya Soeharto sebagai Presiden membawa perubahan besar dalam pemerintahan dan kehidupan sosial-ekonomi di Indonesia. Di bawah pemerintahan
Selasa, 29 Agustus 2023
Naiknya Soeharto Sebagai Presiden Sering Disebut Beralihnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (117)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (632)