Minggu, 09 Juli 2023

Mata Pencaharian Suku Tengger

Suku Tengger adalah suku yang bermukim di wilayah Gunung Bromo, Jawa Timur. Mata pencaharian mereka didominasi oleh sektor pertanian dan peternakan. Namun, dengan meningkatnya pariwisata di daerah tersebut, sebagian besar warga suku Tengger juga berprofesi sebagai pemandu wisata atau pedagang suvenir.

Pertanian adalah mata pencaharian utama suku Tengger. Mereka menggarap lahan pertanian di sekitar lereng Gunung Bromo dan Gunung Batok. Tanah di wilayah tersebut sangat subur, sehingga memungkinkan mereka untuk menanam berbagai macam jenis tanaman, seperti padi, jagung, kentang, tomat, dan cabai. mereka juga menanam sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi.

Selain pertanian, sebagian kecil warga suku Tengger juga berprofesi sebagai peternak. Mereka memelihara sapi, kerbau, dan kambing. Daging dan susu dari ternak tersebut dijual ke pasar lokal di sekitar wilayah Gunung Bromo.

Seiring dengan meningkatnya pariwisata di daerah Gunung Bromo, sebagian besar warga suku Tengger juga berprofesi sebagai pemandu wisata atau pedagang suvenir. Mereka menjadi pemandu wisata untuk membawa wisatawan berkeliling di sekitar Gunung Bromo. mereka juga berjualan suvenir seperti topi, jaket, kaos, dan kerajinan tangan yang terbuat dari kayu atau anyaman bambu.

Selain sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata, sebagian kecil warga suku Tengger juga berprofesi sebagai nelayan. Mereka menangkap ikan di Danau Ranu Pani yang terletak di sekitar Gunung Semeru.

Meskipun mata pencaharian suku Tengger didominasi oleh sektor pertanian dan peternakan, namun dengan meningkatnya pariwisata di daerah tersebut, sebagian besar warga juga turut bergabung sebagai pemandu wisata atau pedagang suvenir. Namun, dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang, juga berdampak pada lingkungan dan budaya lokal. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan budaya Tengger, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.